Blog

Sistem FIFO vs FEFO dalam Warehouse Mana Lebih Efektif?


26 November 2025


Daftar Isi

Kesalahan dalam manajemen inventaris dapat menyebabkan kerugian signifikan hingga miliaran rupiah tiap tahun, oleh karena itu sistem FIFO vs FEFO dalam warehouse wajib dipahami lebih dulu. Data industri dan manufaktur Indonesia 2025 menunjukkan bahwa sekitar 20-30% waste operasional gudang berasal dari metode inventory management yang kurang tepat. 

Sektor manufaktur menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan stok akibat permintaan menurun dan kurangnya optimalisasi metode, menyebabkan pemborosan tinggi. Sistem FIFO dan FEFO adalah hal yang krusial bagi Procurement Director dan Head of Supply Chain untuk optimalkan efisiensi operasional gudang. 

Penerapan metode yang tepat dan teknologi manajemen inventaris modern dapat mengurangi waste, memaksimalkan efisiensi, dan menekan kerugian perusahaan secara signifikan.​ Artikel ini akan mengulas secara komprehensif kedua metode tersebut untuk membantu Anda menentukan strategi terbaik bagi gudang perusahaan Anda. Simak sampai akhir!

Memahami Sistem FIFO vs FEFO dalam Warehouse

FIFO 

FIFO (First In, First Out) adalah metode pengelolaan stok di mana barang yang pertama kali masuk ke gudang akan menjadi yang pertama kali keluar atau dijual. Dengan cara ini, produk yang lebih lama tidak menumpuk dan risiko kedaluwarsa bisa dikurangi. Metode ini banyak digunakan karena mudah diterapkan dan sesuai dengan alur keluar-masuk barang secara alami. 

Formula dasar FIFO adalah mengikuti sequential flow management, di mana kronologi kedatangan menjadi penentu utama. Metode ini telah menjadi standar industri karena kemudahan implementasi dan kesesuaiannya dengan aliran fisik barang yang natural. Menurut Transcon Indonesia, FIFO sangat relevan untuk produk yang tidak mudah rusak namun memiliki risiko obsolescence seperti elektronik, furniture, atau suku cadang.

FEFO

FEFO (First Expired, First Out) merupakan sistem yang memprioritaskan produk berdasarkan tanggal kadaluarsa terdekat, bukan urutan kedatangan. Metode ini dapat diterapkan untuk produk yang kadaluwarsa paling dekat untuk keluar pertama. Perbedaan fundamental dengan FIFO terletak pada parameter pengambilan keputusan: FEFO dalam gudang  fokus pada expiry date, sementara FIFO fokus pada receiving date.

Menurut website Biteship dijelaskan bahwa FEFO efektif untuk industri yang bergerak di bidang makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik yang memiliki masa simpan terbatas. Pendekatan ini menjadi strategi risk mitigation untuk menjaga quality assurance dan meminimalkan kerugian akibat expired goods.

Perbandingan Sistem FIFO vs FEFO di Warehouse

Dimensi Operasional

Kompleksitas Implementasi

FIFO memiliki alur kerja yang lebih mudah dan bisa dijalankan dengan teknologi yang lebih sederhana. Cukup dengan pencatatan yang rapi dan penataan gudang yang baik, metode ini sudah bisa berjalan efektif. 

Berbeda dengan itu, FEFO membutuhkan sistem yang lebih canggih untuk memantau tanggal kedaluwarsa secara real-time. Penerapannya memerlukan WMS modern, teknologi barcode atau RFID, serta pelatihan khusus untuk tim gudang.

Warehouse Layout & Design

Untuk FIFO, desain gudang cukup dibuat beralur lurus. Barang yang datang lebih dulu ditempatkan di bagian depan, sementara barang baru ditaruh di belakang. Dengan begitu, barang lama otomatis keluar lebih dulu. Cara ini mudah dipahami dan dijalankan.

Sedangkan FEFO membutuhkan pengaturan yang lebih fleksibel. Barang dipisahkan berdasarkan tanggal kedaluwarsa, bukan berdasarkan waktu datang. Artinya, produk yang akan segera kedaluwarsa harus dikeluarkan lebih dulu, meskipun datang belakangan. Ini membuat penataan gudang perlu lebih dinamis.

Technology Requirements

Menurut website Savino Del Bene menjelaskan bahwa metode FIFO sudah bisa dijalankan hanya dengan sistem dasar, bahkan menggunakan spreadsheet untuk skala kecil. Sementara itu, FEFO membutuhkan sistem yang lebih canggih untuk memantau tanggal kedaluwarsa, memberi peringatan otomatis, dan terhubung langsung dengan sistem ERP agar data selalu akurat dan bisa dipantau secara real-time di seluruh rantai pasok.

Dimensi Bisnis

Cost Structure Analysis

Biaya awal penerapan FIFO relatif rendah karena fokus utamanya hanya pada penataan gudang dan SOP yang jelas. Sebaliknya, FEFO membutuhkan investasi yang lebih besar untuk teknologi dan infrastruktur pendukung.

Namun dalam jangka panjang, FEFO bisa mengurangi banyak kerugian akibat produk kedaluwarsa, terutama untuk barang bernilai tinggi. Karena itu, ROI FIFO biasanya lebih cepat (sekitar 3–6 bulan), sementara FEFO membutuhkan waktu lebih lama (12–18 bulan) untuk mencapai titik balik modal, tetapi memberikan manfaat jangka panjang yang lebih besar.

Regulatory Compliance

FIFO umumnya sudah diterima dan cukup untuk memenuhi standar audit di banyak industri. Namun, untuk industri yang diawasi ketat seperti farmasi, makanan, dan layanan kesehatan, metode FEFO menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan tanggal kedaluwarsa produk.

Regulator seperti BPOM dan lembaga pengawas lainnya menuntut perusahaan di sektor ini untuk memastikan produk yang paling cepat kedaluwarsa diprioritaskan keluar terlebih dahulu. Hal ini dibutuhkan agar standar keamanan produk, jejak audit, dan dokumentasi tetap terjaga dengan baik.

Tabel Perbandingan FIFO vs FEFO

Fitur

FIFO (First-In, First-Out)

FEFO (First-Expired, First-Out)

Prinsip Utama

Barang yang masuk lebih dulu harus dikeluarkan lebih dulu.

Barang dengan tanggal kadaluarsa terdekat harus dikeluarkan lebih dulu.

Penerapan Ideal

Produk yang tidak mudah rusak atau memiliki masa simpan panjang (misalnya, elektronik, furniture, suku cadang).

Produk yang memiliki masa simpan terbatas (misalnya, makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik).

Tujuan Utama

Mengelola perputaran stok berdasarkan urutan waktu masuk, mengurangi risiko barang usang.

Mencegah kerugian akibat produk kadaluarsa dan menjaga kualitas produk dengan tanggal kadaluarsa terdekat.

Manfaat

Menjaga stok tetap segar (untuk produk yang tidak mudah rusak), dan mempermudah pengelolaan sistematis.

Meminimalkan potensi kerugian produk yang sudah tidak layak dijual.

Tantangan

Membutuhkan sistem pelabelan dan pemantauan yang lebih detail.

Membutuhkan sistem pelabelan dan pemantauan yang lebih detail.

Kompleksitas Teknologi

Basic WMS, barcode system, pencatatan manual/spreadsheet dimungkinkan

Advanced WMS dengan expiry tracking, RFID, IoT sensors, real-time alerts

Investasi Awal

Rendah hingga sedang

Tinggi

ROI Timeline

3-6 bulan

12-18 bulan

Regulatory Compliance

General industry standards

Mandatory untuk FDA, BPOM regulated industries

Waste Reduction

Moderate (20-30%)

Significant (60-85%) untuk perishables

Kriteria Pemilihan: FIFO atau FEFO yang Cocok?

Berdasarkan Masa Simpan Produk

Shelf Life Analysis menjadi faktor penentu utama. Berikut ketentuannya:

  • Produk hort shelf life (kurang dari 30 hari) seperti roti, produk dairy, atau obat-obatan tertentu, FEFO adalah pilihan non-negotiable.
  • Produk shelf life (30-180 hari) seperti snack, makanan kaleng, atau produk retail tertentu dapat menggunakan hybrid approach atau kombinasi FIFO untuk operasional rutin dan FEFO untuk monitoring khusus. 
  • Long shelf life (lebih dari 180 hari) seperti elektronik, pakaian, atau automotive parts cukup dengan FIFO.

Allen Distribution menyarankan bahwa product value & risk profile juga perlu dipertimbangkan. High-value perishables seperti vaksin atau seafood premium memerlukan FEFO dengan monitoring ketat, sementara commodity products dengan nilai rendah dapat menggunakan FIFO yang lebih economical.

Konteks Industri & Regulasi

Industri yang perlu menerapkan FEFO (First Expired, First Out) meliputi farmasi, distribusi makanan segar, produsen kosmetik, dan pemasok bahan kimia, karena produk mereka sensitif terhadap waktu kedaluwarsa. Sementara itu, industri yang cocok menggunakan FIFO (First In, First Out) antara lain ritel elektronik, gudang fashion, distribusi suku cadang otomotif, dan logistik furnitur.

Untuk industri dengan model hybrid seperti pusat distribusi FMCG dan logistik ritel, dapat diterapkan pendekatan berbasis kategori:

  • FEFO untuk produk yang mudah rusak (perishable)
  • FIFO untuk produk yang tidak mudah rusak (non-perishable)

Kapasitas Operasional

Sebelum menentukan metode yang akan digunakan, perusahaan perlu mengevaluasi kesiapan teknologinya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Apakah tim sudah terbiasa menggunakan WMS (Warehouse Management System)?
  • Apakah tersedia anggaran untuk investasi teknologi?
  • Seberapa baik sistem yang ada saat ini bisa terintegrasi dengan teknologi baru?

Hasil kajian pada laman Hasil Laut menunjukkan bahwa penilaian kesiapan operasional sangat penting dilakukan sebelum proses implementasi dimulai.

Bagaimana Implementasi FIFO dan FEFO?

FIFO

Physical Setup:

  • Bagi zona gudang berdasarkan tanggal kedatangan barang
  • Gunakan color coding: label hijau (minggu ini), kuning (minggu lalu), merah (lebih dari sebulan)
  • Terapkan flow rack system agar barang lama otomatis ada di depan untuk diambil pertama

Process Control:

  • Catat setiap barang masuk dengan timestamp yang akurat
  • Buat SOP rotasi stok yang wajib diikuti tim
  • Lakukan penghitungan stok rutin untuk memastikan keakuratan data

Technology Leverage:

  • Mulai dengan WMS sederhana yang memiliki logika FIFO
  • Gunakan barcode scanning untuk tracking barang
  • Atur sistem otomatis yang mengarahkan operator ke lokasi barang yang tepat

FEFO

Advanced Setup Requirements:

  • Pasang display tanggal kadaluarsa yang terlihat jelas di setiap area picking
  • Gunakan sistem lokasi dinamis yang otomatis mengubah prioritas berdasarkan expiry date
  • Sediakan zona berpendingin dengan monitoring 24/7 untuk produk sensitif suhu

Critical Process Elements:

  • Tracking batch dan lot number dari barang masuk sampai keluar
  • Setting expiry alert pada H-30, H-14, dan H-7 sebelum kadaluarsa
  • Buat checkpoint quality assurance di setiap tahap (receiving, penyimpanan, picking, pengiriman)

Technology Stack:

  • WMS advanced dengan modul expiry management
  • RFID atau IoT sensors untuk monitoring kondisi produk secara real-time
  • Predictive analytics untuk perencanaan demand berdasarkan pola kadaluarsa historis

Rekomendasi Strategis untuk Decision Makers

Tiga Langkah Implementasi

Langkah 1: Analisis Produk dan Risiko

  • Kelompokkan produk berdasarkan masa simpan dan nilai ekonomis
  • Hitung kerugian bulanan dari barang kadaluarsa atau tidak laku
  • Identifikasi persyaratan regulasi dan kesenjangan kepatuhan

Langkah 2: Evaluasi Kesiapan

  • Audit sistem teknologi (WMS, perangkat keras, jaringan)
  • Nilai kemampuan tim dan kebutuhan pelatihan
  • Pastikan anggaran tersedia untuk investasi dan operasional

Langkah 3: Implementasi Bertahap

  • Mulai dengan pilot project di satu kategori atau area gudang
  • Prioritaskan produk berisiko tinggi atau bernilai besar
  • Perluas implementasi setelah evaluasi dan perbaikan

Faktor Kunci Kesuksesan

  • Dukungan Manajemen Puncak: Komitmen penuh dari top management untuk sumber daya memadai
  • Kolaborasi Antar Departemen: Sinkronisasi tim procurement, gudang, quality, dan IT
  • Partner Teknologi Tepat: Pilih vendor berpengalaman di industri Anda
  • Perbaikan Berkelanjutan: Review rutin, monitoring KPI, dan optimalisasi bertahap

Kesimpulan

Sistem FIFO vs FEFO dalam warehouse bukan soal mana yang “lebih baik”, melainkan mana yang paling sesuai dengan karakteristik produk, industri, dan kapasitas operasional perusahaan. FIFO unggul karena sederhana dan hemat biaya untuk produk stabil dengan masa simpan panjang, sementara FEFO memastikan kualitas dan kepatuhan regulasi untuk produk yang mudah kedaluwarsa. Pendekatan hybrid cocok untuk portofolio beragam. Keputusan dimulai dari assessment gudang, dilanjutkan pilot program, serta didukung monitoring dan optimasi berkelanjutan.

IPL Logistics memiliki pengalaman 15+ tahun dalam warehouse management lintas industri FMCG, elektronik, dan farmasi. Kami telah sukses mengimplementasikan sistem FIFO dan FEFO untuk puluhan klien dengan tingkat keberhasilan 95%. Kelola gudang hingga 50.000 pallet dengan teknologi WMS terkini. Konsultasi gratis sekarang untuk optimalisasi efisiensi gudang Anda bersama tim expert kami!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan utama antara FIFO dan FEFO?

FIFO (First In, First Out) mengeluarkan barang berdasarkan urutan waktu masuk—barang pertama masuk adalah yang pertama keluar. FEFO (First Expired, First Out) memprioritaskan barang berdasarkan tanggal kadaluarsa terdekat, terlepas dari kapan barang tersebut masuk. FIFO cocok untuk produk non-perishable, FEFO untuk produk dengan expiry date.

2. Industri apa yang harus menggunakan metode FEFO?

FEFO wajib digunakan oleh industri farmasi, food & beverage, kosmetik, dan chemical products yang memiliki tanggal kadaluarsa. Regulasi dari BPOM dan FDA mengharuskan traceability berdasarkan expiry date untuk menjaga product safety dan quality assurance. Industri lain dapat menggunakan FIFO jika produknya tidak memiliki masa kadaluarsa.

3. Berapa biaya implementasi sistem FEFO dalam warehouse?

Biaya implementasi FEFO bervariasi tergantung skala operasi. Untuk warehouse menengah (5,000-10,000 pallet), investasi WMS dan infrastruktur berkisar Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Biaya ini mencakup software, hardware (scanners, labels), training, dan customization. ROI biasanya tercapai dalam 12-18 bulan melalui waste reduction dan compliance improvement.

4. Bisakah FIFO dan FEFO digunakan bersamaan dalam satu warehouse?

Ya, hybrid approach sangat disarankan untuk warehouse dengan diverse product portfolio. Kategorikan produk berdasarkan karakteristiknya dan gunakan FEFO untuk perishables dan high-risk items, FIFO untuk stable products. Modern WMS dapat mengelola multiple methods secara simultan dengan category-based rules, memberikan flexibility dan optimization untuk setiap jenis produk.

Baca Juga : Peran IoT dalam Warehouse & Distribution Management

Sumber dan Referensi:


Hubungi Kami , atau kunjungi akun Instagram kami di @ipl.logistics untuk lihat layanan terbaru kami.

Related Blog

Reach out to us today and let IPL be your
trusted partner in achieving seamless logistics solutions